Jumat, 01 September 2017

The Writer

6 Hal yang Harus Anda Lakukan Agar Tidak Tertipu Ketika Membeli Rumah dari Developer


Membeli rumah dari developer memang masih menjadi salah satu cara paling mudah untuk memiliki rumah impian. Melalui developer, Anda juga tidak perlu repot dalam mencari tanah dan tidak perlu pusing dalam membangun rumah. Membeli rumah melalui developer biasanya perumahan tersebut sudah tersedia dan tertata rapi serta dilengkapi beragam fasilitas penunjang yang memadai.

Ada keuntungan lainnya jika Anda membeli rumah via developer, yaitu bisa dilakukan secara KPR. Namun, Anda juga harus waspada terhadap developer karena banyak juga diantara mereka yang menawarkan perumahan murah, seperti rumah murah di Jogja atau rumah murah di kota lain. Oleh karena itu, agar tidak tertipu dalam membeli rumah melalui developer, berikut enam hal yang harus Anda lakukan agar terhindar dari tindak penipuan.

1. Utamakan Reputasi Developer
Sangat tidak dianjurkan jika Anda tergesa-gesa dalam memilih developer, karena ha ini bisa saja menimbulkan kerugian. Risiko yang Anda hadapi dalam pembelian rumah tentu akan menjadi besar, meskipun hal itu dilakukan dengan jalan kredit, di mana memungkinkan Anda untuk melunasi rumah tersebut sebelum rumahnya dibangun oleh pihak developer.

Oleh karena itu, pastikan Anda memilih developer yang memiliki reputasi baik dan memiliki bertanggung jawab. Dengan begitu, maka urusan Anda terkait dengan pembelian rumah dapat berjalan dengan lancar tanpa ada rasa khawatir. Untuk memilih developer yang memiliki reputasi, Anda harus mencari referensi sebanyak-banyaknya melalui orang-orang terpercaya.

2. Perhatikan Proses Penyelesaian Sertifikat
Apapun itu, ketika Anda memutuskan untuk membeli rumah murah di Jogja atau di kota lainnya melalui developer, maka sertifikat rumah tersebut tentu masih atas nama developer, faktor inilah yang membutuhkan proses panjang dan cenderung lama untuk bisa mengalihkan nama atas hak kepemilikan rumah yang baru.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi Anda untuk menanyakan dari awal kapan sertifikat rumah tersebut akan dialih-namakan. Meskipun pada umumnya hal itu juga tercantum di dalam surat perjanjian jual beli rumah, namun Anda juga harus tetap memastikan dengan menanyakan secara langsung mengenai pengalihan nama tersebut kepada pihak developer. Ingat, malu bertanya, sesat dijalan. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari.

3. Jangan Membaar Uang Muka ke Developer Sebelum KPR Disetujui
Sebelum KPR Anda disetujui oleh pihak bank, maka jangan pernah Anda membayarkan uang muka kepada pihak developer, sekalipun developer tersebut sudah bekerja sama dengan pihak bank. Ingat, tidak ada yang bisa menjamin bahwa KPR yang diajukan tersebut akan disetujui oleh pihak bank. Dalam beberapa kasus, ketika uang muka telah dibayarkan ke developer namun KPR ditolak oleh bank, maka uang muka tersebut biasanya akan sulit kembali.

4. Pengajuan Take Over Tidak akan Bisa ketika Sertifikat belum Balik Nama
Beragam alasan mungkin menjadi penyebab bagi Anda ingin melakukan take over dari bank yang saat ini ke bank lain untuk pengajuan KPR. Biasanya, hal ini akan menjadi rumit untuk dilakukan karena pada umumnya bank pasti akan meminta sertifikat rumah atas nama Anda sendiri saat mengajukan take over, bukan atas nama yang lain, termasuk developer. Karena posisinya di sini, Anda yang mengajukan take over, bukan developer.

Oleh karena itu, jika Anda masih belum melakukan pengalihan sertifikat hak atas kepemilikan rumah dari developer, maka kemungkinan besar Anda tidak akan bisa melakukan take over. Ini merupakan hal yang harus Anda pertimbangkan sejak awal, terutama ketika memilih bank sebagai sumber KPR.

5. Ketahui Kewajiban Developer Jika Wanprestasi
Dengan terdapatnya beragam risiko yang mengintai para calon pembeli rumah, maka sebaiknya Anda mempelajari dengan baik apa kewajiban developer jika terjadi wanprestasi. Kewajiban ini biasanya sudah diatur dan tertulis secara jelas dalam perjanjian jual beli rumah. Pahami dengan teliti dan apabila menemukan suatu kejanggalan, maka segera ambil langkah yang tepat.

6. Hindari Melakukan Transaksi di Bawah Tangan
Anda harus selalu ingat bahwa hindari untuk melakukan transaksi bawah tangan. Maksudnya, transaksi yang Anda lakukan hanya berdasarkan atau berlandaskan rasa percaya saja yang tanda buktinya hanya berupa kwitansi saja. Percayalah, jika Anda melakukan hal itu, maka kemungkinan besar perbankan tidak akan mau mengakui transaksi seperti itu. Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan transaksi yang ideal (sah secara hukum).

Itulah enam hal yang harus Anda ingat agar tidak terjebak dalam pembelian rumah murah yang ditawarkan developer, baik rumah murah di Joga, maupun di kota besar lainnya. Meskipun terdapat kemudahan di balik pembelian rumah melalui developer, namun sebagai pembeli yang cerdas, Anda harus tetap waspada terkait transaksi pembelian rumah yang dilakukan bersama developer, agar rumah yang Anda impikan tidak hanya khayalan.

The Writer

About The Writer -

Seorang pemusik yang hobby menulis

Subscribe to this Blog via Email :