Senin, 08 Januari 2018

The Writer

Buat Kamu Yang Masih Lajang, Pilih Investasi Tanah Kavling Atau Perumahan?


Kamu masih lajang dan berencana ingin memiliki investasi di bidang properti? Merasa kebingungan memilih antara investasi tanah kavling atau perumahan di Bogor yang murah? Mari simak ulasan berikut ini yang akan menolong Kamu mendapatkan pertimbangan antara investasi tanah kavling atau perumahan.

Tanah Kavling
Kavling adalah sebuah tanah yang sudah memiliki ukuran jelas, di mana letaknya berada di lingkungan atau di dalam kompleks perumahan. Tanah kavling bebas untuk dibangun rumah ataupun ruko sesuai kebutuhan.

Keuntungan Investasi Tanah Kavling
Jika Kamu ingin berinvestasi properti tanah kavling, berikut ini beberapa keuntungan yang dapat menjadi pertimbangan Kamu sebelum menginvestasikan uang Kamu.

Adanya Capital Gain
Harga tanah pasti akan naik setiap tahunnya, sekitar 20% hingga 25%. Inilah yang menjadi keuntungan bagi para investor properti tanah kavling. Biasanya keuntungan akan terasa setelah 5 tahun. Sangat disarankan untuk tidak menjual tanah kavling jika keuntungannya belum signifikan atau belum mencapai 5 kali lipat dari harga sebelumnya.

Tidak Ada Biaya Perawatan
Karena masih dalam bentuk tanah, maka tidak ada biaya perawatan yang perlu Kamu keluarkan. Tidak seperti investasi pada rumah kos atau apartemen yang harus mengeluarkan biaya operasional untuk perawatan properti yang bersangkutan.

Ada Nilai Tambah Jika Dikembangkan
Keuntungan ini bisa diperoleh ketika lahan tersebut dikembangkan. Belakangan, banyak ditemukan pengembangan perumahan di Bogor yang murah dalam skala kecil yang dikemas dalam bentuk cluster. Jika lahan tergolong strategis, kavling tersebut bisa juga dijadikan ruko.

Keuntungan Demand vs Supply
Persediaan tanah tidak akan bertambah, sedangkan permintaan akan tanah pasti akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Peluang ini yang harus Kamu manfaatkan jika ingin berinvestasi di properti terutama tanah kavling. Semakin tinggi permintaan, maka semakin tinggi penawaran.

Bisa Dialokasikan untuk Bisnis Lain
Sementara harga tanah naik dan menunggu keuntungan tersebut, Kamu bisa menggunakan lahan kosong itu untuk usaha atau bisnis yang lain. Jangan biarkan lahan kavling Kamu menjadi lahan tidur dan tidak berkembang. Kamu bisa gunakan lahan kosong tersebut sebagai kebun sayur atau tempat usaha yang disewakan. Dengan demikian, Kamu tetap mendapatkan keuntungan sambil menunggu keuntungan besar lainnya.

Kekurangan Investasi Tanah Kavling
Setiap jenis investasi tentu akan ada risiko atau kekurangan di samping keuntungan yang diberikan. Berikut ini kekurangan dari berinvestasi tanah kavling yang bisa menjadi pertimbangan Kamu sebelum melakukan investasi.

Minim Income
Tidak seperti investasi properti lainnya, ruko atau apartemen, keuntungan dari tanah kavling agak minim. Untuk memanfaatkan lahan ini, Kamu bisa membuat bisnis lainnya seperti pada poin di atas.

Tidak Liquid
Kamu tidak bisa mendapatkan atau mencairkan uang dengan mudah karena Kamu harus menunggu calon pembeli untuk membeli tanah Kamu. Oleh sebab itu, properti sebetulnya tidak bisa dijadikan dana darurat karena sifatnya yang tidak liquid.

Modal Besar
Memang jika dibandingkan dengan properti ruko, rumah atau apartemen, tanah kavling lebih murah, namun ini biasanya untuk tanah kavling yang terletak di pinggiran kota. Untuk tanah kavling yang berada di daerah strategis, biasanya akan dibanderol dengan harga yang relatif tinggi. Jika modal Kamu untuk berinvestasi masih minim, jangan ragu untuk berinvestasi di Reksa Dana karena dengan modal Rp100 ribu saja, Kamu bisa berinvestasi demi masa depan Kamu.

Studi Kasus
Jika Kamu adalah seorang pria lajang usia kisaran 23 hingga 28 tahun, dan Kamu sedang berpikir untuk berinvestasi properti, kira-kira jenis properti seperti apakah yang menjadi pilihan Kamu? Apakah tanah kavling atau rumah? Untuk menjawab studi kasus di atas, mari kita jawab satu per satu kebutuhan dan kesiapan keuangan di samping keuntungan dan keunggulan dari jenis properti yang disebutkan.

Ketersediaan Dana
Di usia kisaran 23 hingga 28 tahun, mungkin Kamu sedang dalam fase income yang masih bisa mencukupi alokasi investasi hingga 70 persen dari penghasilan Kamu. Dengan demikian, Kamu bisa mempersiapkan DP atau atau muka dari investasi properti rumah Kamu. Mengingat investasi properti membutuhkan dana atau modal yang besar, Kamu benar-benar harus bisa mengencangkan ikat pinggang dan meminimalkan besarnya biaya untuk gaya hidup Kamu.

Memilih Tanah Kavling atau Rumah
Harga tanah kavling sudah pasti akan lebih murah daripada rumah. Biasanya harga rumah berkisar 20% lebih tinggi dari harga tanah kavling per meter persegi. Jika Kamu membeli tanah kavling, harga akan jauh lebih murah. Dan apabila Kamu akan membangunnya menjadi rumah untuk ditinggali bersama calon istri, Kamu bisa membangun rumah tersebut sesuai selera. Tanah kavling tersebut juga bisa Kamu jadikan lahan usaha lainnya sebelum Kamu bangun menjadi rumah saat ada modal di kemudian hari.

Jika Kamu memilih untuk membeli rumah, tentu Kamu harus mempersiapkan dana lebih besar. Kelebihannya, Kamu bisa langsung menempati rumah tersebut. Kamu juga bisa memanfaatkan fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dari pemerintah dengan DP atau uang muka sekitar 10% dan cicilan bunga flat 5%. Tapi perlu diperhatikan, rumah bersubsidi biasanya tidak disediakan di tengah kota. Sementara, pembelian tanah kavling tidak mendapatkan fasilitas KPR.

Atur keuangan Kamu terlebih dahulu dan gunakan setiap fasilitas pembayaran seperti KPR yang disediakan oleh pemerintah jika Kamu tetap berminat untuk membeli properti dalam bentuk perumahan di Bogor yang murah.

The Writer

About The Writer -

Seorang pemusik yang hobby menulis

Subscribe to this Blog via Email :